Showing posts with label Jelajah. Show all posts
Showing posts with label Jelajah. Show all posts

Kamu Jomblo? Yuk Coba Main ke Taman Ini di Kolong Jembatan Pasupati


foto: twitter @RidwanKamil


Bandung - Pemkot Bandung sedang gencar mempercantik taman-taman dan ruang terbuka hijau. Sejumlah taman tematik pun siap dilaunching, salah satu yang sedang dipersiapkan adalah Taman Jomblo. Seperti apa? Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, sebetulnya sebutan 'Taman Jomblo' tersebut bermula dari celetukan iseng saja. Karena bentuk tempat duduk di taman tersebut didesain untuk satu orang.

"Taman duduk yang sifatnya satu box satu orang. Jadi jomblo itu sebenarnya sekadar joke aja. Hereuy weh eta mah," katanya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (2/1/2014).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Taman Jomblo merupakan salah satu dari banyaknya taman yang akan dibuat di kolong Jembatan Pasupati.

"Sebetulnya yang dikolong jembatan pasupati itu ada banyak. Ada taman skateboard, taman Bawet buat olahraga juga. Jadi ada sekitar 7 taman tematik nanti di sana, salah satunya taman jomblo itu," kata Emil.

Keseluruhan taman tematik yang ada di kolong jembatan pasupati tersebut dinamai Taman Pasupati.

"Namanya memang Taman Pasupati, terdiri dari kumpulan-kumpulan taman yang ada di sana," terang Emil.

Rencananya, Taman Jomblo tersebut akan dilaunching akhir pekan ini. "Nanti hari Sabtu ini rencananya taman tersebut akan dilaunching," tutup Emil.




Source: Detik.com

Ketika Raja Inggris Bersyahadat

Mata uang kerajaan Mercia Inggris bertuliskan syahadat (ilustrasi)


LIVERPOOL - Tidak ada yang tahu apa yang sedang berlangsung atau apa yang sedang dipikirkan saat Raja Offa di Inggris mencetak uang negaranya dengan ucapan syahadat.

Raja Anglo-Saxon yang memerintah Mercia, Inggris, tahun 757 sampai 796 ini sangat kontroversial, khususnya dalam hubungannya dengan pemerintahan Abbasiyah di Irak.
Para sejarawan menganggap Offa merupakan salah satu raja Inggris paling agung dan paling kuat sebelum Raja Alfred the Great yang memerintah antara tahun 871 dan 899.

Menurut Sheikh Abdullah Quilliam alias William Henry Quilliam, ulama pribumi Inggris, dikutip dari British Muslim Heritage, Raja Offa sebenarnya sudah muslim. Walupun tesis ini dibantah kebanyakan sejarawan lainnya. Putera daerah Liverpool ini berdalil bukti koin kerajaan Mercia ini salah satu dalil utamanya.

Menurutnya, koin tersebut secara lengkapnya bermakna kurang lebih seperti berikut: ’Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tanpa sekutu, dan Muhammad adalah utusan Allah.’ Dan pada sekeliling koin terdapat teks yang bermakna ’Muhammad adalah utusan Allah, (Dia) Yang mengutusnya (Muhammad) dengan ajaran dan keyakinan yang benar untuk dimenangkan atas seluruh agama.’ Koin ini tampaknya hingga saat ini disimpan di British Museum.

Memang bila dilihat sekilas ada ucapan syahadat ’Laa ilaaha illa Allah’ dan beberapa kalimat lainnya yang menggambarkan keyakinan seorang Muslim. Sementara pada sisi lain koin itu berisi tulisan latin ’Offa Rex.’ Raja Offa seperti bersyahadat melalui koin. Mereka yang menyanggah dalil Quilliam mengatakan, koin itu hanya penanda bahwa Inggris saat itu mempunyai hubungan ekonomi dan kultur yang kuat dengan Irak di bawah pemerintahan Abbasiyah, sehingga koin itu meniru mata uang Abbasiyah.

Hal ini masuk akal, walaupun sebenarnya pada saat itu negara tetangganya Spanyol alias Andalusia telah tumbuh menjadi pusat peradaban Islam Umayyah menyaingi Abbasiyah Irak Terlepas dari itu, negara yang terkenal dengan Magna Charta ini, terus tumbuh menjadi negara besar hingga saat ini.

Pantai Santolo, Tujuan Favorit di Akhir Tahun



Garut - Sejumlah kawasan obyek wisata favorit di Kabupaten Garut sudah mulai memperlihatkan peningkatan kunjungan wisawatan sejak sepekan menjelang pergantian tahun 2013 ke 2014.

Ruas-ruas jalan seputar kota Garut pun mulai dipadati berbagai jenis kendaraan berlalu lalang. Berbagai pusat perbelanjaan, dan sentra oleh- oleh tak luput dari serbuan pengunjung.

Begitu juga fasilitas akomodasi hotel dan penginapan di kawasan obyek wisata Cipanas Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Garut Kota, serta di kawasan pesisir selatan Garut dipastikan sudah full booking. Dari sekian banyak obyek wisata di Kabupaten Garut yang kerap dipilih pengunjung sebagai tempat rekreasi menghabiskan waktu liburan sekolah yang saat ini berbarengan dengan liburan pergantian tahun, yakni kawasan pantai selatan Garut. Salah satunya obyek wisata Pantai Santolo di Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet.

Pantai Santolo memiliki daya tarik wisata terbilang lengkap sebagai tempat menikmati wisata pantai sekaligus wahana edukasi. Tak heran jika Pantai Santolo menjadi salah satu tujuan wisata favorit setiap masa liburan panjang, seperti liburan sekolah, Lebaran, dan pergantian tahun.

Kepala Disbudpar Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengatakan, pada Desember 2013 lalu, jumlah pengunjung ke Pantai Santolo mencapai sebanyak 34.101 wisatawan nusantara (wisnus), dan 123 wisatawan mancanegara (wisman).

"Diperkirakan pada pergantian tahun sekarang, jumlah pengunjungnya meningkat sekitar 10%," kata Mlenik, Sabtu (28/12/2013).

Di Pantai Santolo, pengunjung dapat menikmati pemandangan perairan laut Samudera India yang terbentang luas membentuk garis horizon di kaki langit yang biru dengan deburan ombak khas pantai selatan, pengunjung pun dapat bermain di atas pasir putih yang terbentang sangat luas ke arah barat.

Pengunjung pun dapat berenang di perairan pantainya. Namun sebagaimana umumnya kondisi perairan pantai selatan Jawa, berenang di pantai selatan Garut pun mesti ekstra hati-hati karena ombaknya yang besar.

"Berenang di pantai selatan Garut memang harus hati-hati karena ombaknya besar. Kita juga sudah berusaha mengantisipasi dengan memasang rambu daerah yang terlarang untuk berenang. Jadi pengunjung yang hendak menikmati perairan pantai selatan, termasuk Santolo, ya harus hati-hati dan mengenali betul kondisinya dahulu," ingat Mlenik.

Pantai Santolo yang berjarak sekitar 98 km dari arah kota Garut dapat ditempuh dari berbagai arah karena merupakan salah satu titik lintasan Kabupaten Cianjur-Garut- Tasikmalaya.

Namun paling mengasyikkan menempuh jalur dari arah kota Garut, baik dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Berkunjung ke Pantai Santolo, bukan hanya akan disuguhi panorama khas pantai dengan deburan ombak, hamparan batu karang, dan pasir putihnya, melainkan udara sejuk pegunungan yang menyegarkan paru-paru.

Hotel Preanger Masuk Daftar Soekarno Heritage



Berlokasi di jantung Kota Bandung, Aerowisata Grand Hotel Preanger (AGHP) meraih penghargaan sebagai salah satu tempat bersejarah yang didesain Wolf Schoemaker dibantu Soekarno saat menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penghargaan diberikan Kanjeng Ibu Dyah Mutiara Sukmawati Sukarno Putri sebagai Dewan Pembina The Soekarno Center kepada General Manager Aerowisata Grand Hotel Preanger, Erik R Tumbelaka. The Soekarno Center merupakan lembaga internasional yang dibangun atas dedikasi keluarga besar Bung Karno bersama putra-putri terbaik bangsa bagi warga dunia dalam bidang kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Lembaga ini didirikan untuk mengemban misi bangsa yanki menggelorakan perjuangan Bung Karno sebagai bapak bangsa, pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia serta tokoh dunia yang disegani oleh bangsa.

Penghargaan bagi Aerowisata Grand Hotel Preanger merupakan wujud pelestarian nilai-nilai bersejarah bangsa yang menjadi satu-satunya hotel di wilayah Jawa Barat yang masuk ke dalam warisan bangsa.

Lebih khusus terkait dengan peninggalan dari proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia Dr. Ir Soekarno. Dengan penghargaan ini, diharapkan Aerowisata Grand Hotel Preanger Bandung tidak meninggalkan warisan bersejarah dan terus menjaganya. Beberapa tempat bersejarah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kaitan dengan Presiden Soekarno antara lain Istana Batutulis Hing Puri Bima Sakti, Taman Rekreasi, Technise Hoogeshool (ITB), Gedung Indonesia Menggugat, Penjara Sukamiskin, dan Penjara Banceuy.

Misteri Domba Lukutan Di Kawah Ciwidey




Pesona Kawah Putih di kawasan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikenal karena eksotismenya. Hamparan kawah berwarna putih yang cukup luas jadi pemandangan utama.

Sesekali warna air kawah itu berubah jadi kehijauan. Eksotisme itu bertambah dengan bebatuan berwarna putih di sekitar kawah dan pohon-pohon kering.

Tak heran, lokasi sekitar juga jadi tempat favorit untuk foto prewedding. Bahkan banyak yang hanya sekadar ingin rehat dari kepenatan aktvitas sehari-hari dengan melihat pemandangan di sana.

Untuk mencapai lokasi, Anda harus menggunakan kendaraan yang disebut dengan ontang-anting. Sedangkan kendaraan yang Anda bawa diparkir di bawah dekat pintu gerbang.

Setelah tiba di area parkir atas, Anda harus berjalan kaki sekira 100 meter untuk bisa menikmati keindahan Kawah Putih. Begitu masuk ke lokasi, bau belerang akan tercium, pemandangan indah pun langsung tersaji.

Berbeda dengan kawah di tempat lain, Kawah Putih bisa disentuh langsung karena Gunung Patuha yang menaunginya sudah tidak aktif.

Tapi di balik segala keindahan Kawah Putih, ternyata ada sejumlah misteri yang sempat menyelimutinya. Sejak dulu, Gunung Patuha dikenal angker. Nama Gunung Patuha sendiri berasal dari kata Pak Tua. Artinya, gunung itu adalah yang tertua di Pulau Jawa.

Keangkeran Gunung Patuha menyebar dari mulut ke mulut. Zaman dulu, tak ada orang yang berani mendekati gunung itu. Bahkan, burung pun takut melintas di atas gunung tersebut.

Cerita itu kemudian sampai ke telinga Franz Wilhelm Junghun yang merupakan seorang botanis kelahiran Jerman. Pada 1837, Junghun melakukan penelitian di Gunung Patuha. Ia tak mempedulikan berbagai cerita tentang keangkeran Gunung Patuha.

Gunung Patuha yang masih berupa hutan belantara kala itu ditembus Junghun dengan tekad memecahkan misteri yang membuat bulu kuduk warga saat itu merinding. Tak disangka, perjalanan Junghun saat itu justru berhasil memecahkan misteri.

Ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Bau belerang pun menyengat. Setelah diteliti, kandungan belerang di kawah itu ternyata sangat tinggi. Itulah yang menyebabkan burung enggan melintas di atas gunung setinggi 2.436 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Selepas penemuan itu, di lokasi sempat dibangun pabrik belerang bernama Zwavel Ontgining Kawah Putih. Pabrik itu dibangun saat masa kolonial Belanda. Saat Indonesia dijajah Jepang, pabrik itu tetap dikelola dan berganti nama jadi Kawah Putih Kenzaka Gokoya Ciwidey.

Nama Kawah Putih sendiri merujuk pada warna air kawah yang didominasi warna putih. Sementara seiring perkembangan zaman, Kawah Putih akhirnya jadi lokasi wisata. Bahkan saat ini, jadi salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Bandung.

Tapi ada misteri lain yang belum terungkap hingga kini. Warga sekitar meyakini jika di puncak Gunung Patuha yang disebut Puncak Kapuk merupakan tempat pertemuan para leluhur di waktu-waktu tertentu.

Warga setempat meyakini jika di Puncak Kapuk terdapat makam leluhur. Tak hanya itu, warga juga meyakini jika ada salah satu hewan peliharaan leluhur yang sering menampakkan diri. Hewan peliharaan itu berupa seekor domba berwarna kehijauan mirip lumut.

Karena warnanya mirip lumut, domba itu kemudian disebut domba lukutan. Dalam bahasa Sunda, domba lukutan berarti domba berlumut. Di waktu-waktu tertentu, konon domba lukutan sering menampakkan diri. Tapi hingga kini belum ada bukti yang bisa menguak misteri domba lukutan itu.

Namun di balik misteri itu, warga setempat ternyata punya tradisi yang tetap terjaga hingga kini. Tradisi ruwatan jadi tradisi tahunan. Berbagai macam sesajen tersaji saat ruwatan. Ruwatan itu dinilai sebagai wujud rasa syukur pada Sang Maha Pencipta dengan dipimpin pemangku adat.