Showing posts with label Unik. Show all posts
Showing posts with label Unik. Show all posts

Kurangi Kemacetan Bersama Komunitas @Nebengers

Macet ialah hal yang sudah biasa di kota-kota besar seperti kota Bandung, Faktor utamanya adalah Volume kendaraan yang sudah melebihi kapasitas ruas jalanan.

Bagaimana mengatasi Kemacetan di kota Bandung? Apakah harus ada hari dimana semua kendaraan tidak ber-operasi di jalanan? Hal itu tidak mungkin terjadi bila tidak ada kesadaran dari masyarakat banyak. Tapi ada suatu komunitas yang mungkin bisa menjadi alternatif mengurangi kemacetan di kota Bandung, seperti komunitas yang satu ini.

Komunitas: Nebengers


Komunitas yang terbentuk sejak 7 Desember 2011 lalu, merupakan gerakan sosial yang berfungsi untuk menyebarkan semangat berbagi kendaraan kepada seluruh masyarat.

Nebeng atau menumpang adalah aktivitas di mana kita ikut serta pada aktivitas orang lain seperti makan atau naik kendaraan tanpa harus membayar.

Komunitas Nebengers adalah sekelompok warga kota yang melakukan kegiatan nebeng kendaraan setiap harinya. Tentunya, kegiatan ini tidak dilakukan pada sembarang orang. Semua anggota komunitas ini terdata dan sudah terverifikasi dengan baik.

"Saat Ini Nebengers untuk wilayah Bandung sendiri cukup banyak, ada sekitar 300 Orang yang terdata" ujar Utus Hardiono atau biasa di panggil Om Utus koordinator wilayah Bandung, saat di hubungi oleh Pihak YeahBandung (26/01/14)

"Tapi sayang, dampak untuk mengurangi kemacetan belum terasa di kota Bandung ini karena jumlah warga TeamBandung masih sedikit dan semoga kita bisa diberikan kesempatan untuk bisa mengajarkan warga untuk berbagi kursi kosong dan mengurangi kemacetan" tambah Om Utus.

"Kalo untuk gabung Nebengers Bandung gampang banget, cukup posting rute saja via twitter @Nebengers, tapi diusahakan sebelum posting daftar dulu dengan cara mengirimkan biodata seperti nama, akun twitter, rute sehari-hari dan no tlp/pin bb/line yang nanginya akan dimasukan ke group chat nebengers bandung dan kirimkan ke Email: nebengers.bandung@gmail.com" Tutur kang Edo yang saat itu bersama Om Utus
"kenapa harus masuk group chat? Agar sesama anggota nebengers bandung semakin kenal satu sama lain dan akhirnya menjadi solid" tambahnya.

"bila ingin bergabung ke komunitas Nebengers, silahkan. komunitas ini tidak memandang usia kok, yang penting peduli akan Kemacetan kota Bandung" imbuh Kang Edo.


kang Edo menambahkan "jika sudah Daftar, silahkan Share Tebeng-Menebengnya dengan Format:
#CariTebengan/BeriTebangan | #Kota | rute | tanggal dan jam | jumlah kursi | share apa | lalu mention @nebengers"


"Mulailah berfikir untuk berkontribusi mengurangi kemacetan di bandung. Karena kitalah kemacetan itu sendiri" kata Om Utus sembari tersenyum.

Om Utus sang Koordinator Nebengers Bandung berharap, komunitas ini mendapatkan Support dari Walikota agar angka kemacetan di bandung bisa menurun.



Penulis: Moch Andri Priatna
Editor: Raka Prasetya A

Asal Muasal Seni Membaca Alquran


Ilustrasi: Seorang Muslim membaca Alquran


Seni membaca Alquran boleh dibilang merupakan salah satu bentuk ekspresi seni dalam Islam. Ibnu Manzur menyatakan, ada dua teori tentang asal mula munculnya seni membaca Alquran.

Pertama, berasal dari nyanyian nenek moyang bangsa Arab.

Kedua, terinspirasi dari nyanyian budak-budak kafir yang menjadi tawanan perang.


Kedua teori tersebut menegaskan bahwa lagu-lagu Alquran berasal dari khazanah tradisional Arab. Dengan teori ini pula ditegaskan bahwa lagu- lagu Alquran idealnya bernuansa irama Arab.

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait boleh tidaknya membaca Alquran dengan cara dilagukan.

Dr Basyar Awad Ma’ruf dalam bukunya berjudul al-Bayan fi Hukm at- Taghanni bi Alquran mengatakan, ada ulama yang membolehkan dan ada pula yang memakruhkan.

Ulama yang memakruhkan, kata Dr Basyar, antara lain, Imam Ahmad bin Hanbal, Malik bin Anas, Said bin al- Musayyib, Said bin Jabir, al-Qasim bin Muhammad, Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, Ibrahim an-Nakha’i. Opsi ini juga menjadi rujukan sejumlah ulama masa kini, seperti Syekh Muhammad Abu Zahrah.

Sedangkan, ada pula ulama yang membolehkan membaca Alquran dengan tilawah atau tartil berikut macam- macam lagunya. Mereka, antara lain, Abu Hanifah, Syafi’i, Abdullah bin al- Mubarak, at-Thabari, Ibn Bathal, Abu Bakar Ibn al-Arabi, dan Ibn Qayyim al- Jauziyah.

Menurut Dr Basyar, sahabat Umar bin Khatab, Ibnu Abbas, Abdullah bin Mas’ud, dan lainnya juga membolehkan Alquran dibaca dengan cara dilagukan.

Syekh Rasyid Ridha, Syekh Labib as- Sa’d, dan Dr Abd al-Mun’im al-Bahi merupakan ulama kontemporer yang mendukung diperbolehkannya membaca Alquran dengan cara dilagukan.

Ingin Memiliki Hubungan Romantis? Ikuti Resep Romantis Ala Rasulullah SAW


Para peziarah memadati area makam Rasulullah SAW di Madinah


”Dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluarga” (HR Bukhari dan Muslim)

Kehidupan keluarga Rasulullah SAW sangat luar biasa. Rasul, adalah sosok yang romantic, dan sayang pada istri.
Wakil Sekretaris Umum MUI, KH Tengku Zulkarnaen menuturkan, bagaimana kehangatan yang dicontohkan Rasul dalam hidup berumah tangga.”Rasul pendamping istri yang terbaik,” ujar KH Tengku Zulkarnaen.
Contoh sederhana, katanya, Rasul menyapa istrinya dengan sapaan hangat dan baik. Rasul menyapa Khadijah dengan sebutan ya habibi yang artinya wahai kekasihku. Begitu juga dengan Aisyah, yang disapa dengan ya humaira’ yang artinya wahai wanita yang pipinya kemerahan.

Tengku menyayangkan, teladan ini tak banyak dipraktikkan umat islam. Malah justru panggilan lembut dan romantis itu ditiru oleh orang Barat. Selama hidup 25 tahun dengan Khadijah tidak ada kata-kata maupun perbuatan kasar.

Rasul pun tidak menyakiti istri pertamanya Khadijah dengan menduakannya. Rasul hanya memiliki satu orang istri sejak menikah dengan Khadijah pertama kali pada usia 25 tahun dengan perbedaan usia 15 tahun lebih tua.

Rasul baru menikah kembali setelah satu tahun Siti Khadijah wafat. Hal itupun setelah didesak oleh sahabat nabi karena kaum wanita kesulitan belajar agama dari teladan Rasul.

Akhirnya Rasul pun dipilihkan seorang wanita yang berpengalaman janda dengan banyak anak berusia 61 tahun lebih tua 10 tahun dari Rasulullah. Istri kedua bernama Saudah binti Zam’a.

Nabi juga mengajarkan untuk menjaga rahasia keluarga khususnya rahasia istrinya. “Sesungguhnya suami merupakan pakaian istri dan istri adalah pakaian suami,”ujarnya.

Lebih lanjut, Tengku mengatakan Rasul menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga karena pada hakikatnya, baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Saat seseorang memiliki keluarga yang harmonis maka dia akan bekerja dengan tenang. Ketenangan di luar itu cermin dari rumah tangga yang damai.

Rasulullah tidak pernah membuat masalah dengan istrinya. Dia tidak pernah mencela istri ketika makanan yang dimasak istri tidak enak. Pernah ketika pulang ke rumah, istrinya melarang untuk memakan sayur yang dibuat istrinya karena ketumpahan cuka. Rasul pun menjawab dia suka minum cuka dan sayur masam itu pun dimakannya dengan senang hati.

Begitu juga ketika istrinya memanggang roti terlalu lama hingga gosong. Rasul tetap memakannya sambil berkata roti yang dibakar memang akan hangus. Rasul tetap menjaga keharmonisan keluarga.

Bus Pariwisata Bandros Hasil Kerjasama Pemkot Bandung dan Telkomsel



BANDUNG - Telkomsel bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung meresmikan Bus Pariwisata Bandros (Bandung Tour on Bus) yang akan melayani wisatawan berkeliling Kota Bandung secara gratis.

Bus ini adalah bentuk corporate social responsibility (CSR) Telkom Group dalam mendukung kemajuan pariwisata Bandung, dimana salah satu indikator kota wisata berskala dunia adalah hadirnya fasilitas angkutan yang menjadi daya tarik kunjungan wisatawan.

Peluncuran bus ini dilakukan disela- sela Pesta Pergantian Tahun Baru yang dihadiri langsung oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi.

Bandros nantinya akan melewati rute Balai Kota - Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Otista, Kepatihan, Dewi Sartika, dan Dalem Kaum, serta wilayah-wilayah yang banyak terdapat objek wisata menarik.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya berharap Bandros dengan desain art deconya yang unik bisa menjadi icon pariwisata kota Bandung, seperti halnya bus pariwisata serupa di negara-negara maju di dunia.
Bandros akan dibuat senyaman mungkin, dilengkapi dengan wifi, cemilan khas Bandung dan sebagainya yang membuat wisatawan merasakan keramahtamahan khas Bandung.

"Wisatawan kami dorong untuk menggunakan Bandros ini untuk menjelajah Bandung dibanding menggunakan mobil pribadi, sehingga kemacetan pun berkurang dan tujuan Bandung menjadi kota pariwisata internasional bisa terwujud," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bangga menggandeng mitra seperti Telkomsel dalam penyediaan bus ini, sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kemajuan Indonesia.




Source: tribunnews.com

Briefskate, Papan Skater Sekaligus Penyimpan Gadget



Briefskate adalah sebuah jawaban atas dilema sehari- hari untuk para skateboarder yang harus membawa laptop, dompet, dan barang-barang genggam lainnya saat berseluncur dengan papan skater.

Ide itu berasal dari Alexei Novitzky, seorang mahasiswa yang pada saat itu membutuhkan tempat untuk meletakkan buku-bukunya sambil berseluncur dari kelas ke kelas. Alexei menyadari bahwa yang ia butuhkan adalah kompartemen penyimpanan internal tersembunyi di dalam papan skaternya.

Kini, dengan Briefskate ia dapat meletakan benda-benda miliknya dengan rapi dalam ruang empuk di dalam papan skater, meskipun memang tidak yakin gadget seperti laptop dan smartphone akan aman ketika dibawa melaju dengan kencang.